3 Cara Utama Menghasilkan Uang diInternet Dengan Menjadi Content Writer

02/20/2020

Profesi sebagai seorang penulis artikel semakin diminati akhir-akhir ini. Profesi tersebut dapat menjadi pekerjaan sampingan atau menjadi pekerjaan utama di era milenial sekarang. Dengan bermodalkan laptop dan koneksi internet, seorang penulis konten dapat bekerja dimana saja, kapan saja dan dengan cara bagaimana saja yang dia mau. Melihat gambaran sekilas yang nampaknya sangat nyaman ini, tak heran mengapa banyak orang yang kemudian ingin menjadi seorang content writer.

Namun untuk menjadi seorang penulis konten di internet, kamu juga harus paham bahwa profesi ini juga sama seperti profesi yang lain, banyak suka dan dukanya. Mendapat bayaran tinggi dengan konten-konten yang berkualitas dan viral tentu adalah bagian yang paling menyenangkan. Namun lembur semalaman untuk mengerjakan berbagai artikel kecil dengan bayaran tak seberapa juga adalah bagian yang tak terpisahkan dari profesi ini.

Untuk kamu yang mungkin memiliki keinginan menjadi seorang penulis konten atau artikel, harus bersiap dengan hal ini ya. Mendapat bayaran tinggi dan besar dengan artikel yang ditulis, tentu saja menjadi idaman semua orang, namun untuk mencapainya kamu juga harus melewati anak tangga-anak tangga perjuangan yang mungkin tidak akan mudah untuk dilalui.

Nah sekarang, untuk bayarannya sendiri seorang penulis artikel, darimana mereka mendapatkannya? Bagaimana tulisan yang mereka hasilkan bisa dibayar dan mereka mendapatkan penghasilan atau earning? Jika pertanyaan seperti ini masih ada dalam pikiran kamu juga, maka uraian berikut akan menjelaskannya.

3 Cara Utama Seorang Content Writer Memperoleh Penghasilan Mereka

Secara sederhana sebenarnya, jasa copywriting di internet itu sama saja dengan pedagang biasa. Yang mereka jual adalah hasil tulisan mereka, dan itu adalah produk utama mereka. Semakin bagus tulisan yang mereka hasilkan, maka semakin tinggi pula nilai jualnya di pasar. Dan sebaliknya, semakin rendah kualitas tulisan yang bisa diproduksi, maka pasar pun akan memiliki penawaran yang mungkin saja akan sedikit menyakitkan.

Dari sisi metode teknisnya sendiri, setidaknya ada 3 cara yang paling umum dilakukan oleh seorang penulis konten untuk memasuki pasar dan menjual karya mereka. Bagaimana 3 cara tersebut, berikut uraiannya;

  • Bekerja di Perusahaan Penyedia Artikel

Cara yang pertama adalah dengan melamar di perusahaan penyedia jasa penulisan artikel atau konten. Cara ini adalah yang paling umum dan paling banyak digunakan. Cara ini juga memastikan bahwa setiap penulis konten akan mendapat pekerjaan sesuai dengan kemampuan yang ia miliki.

Dikarenakan umumnya memiliki editor atau pun reviewer, maka tulisan yang dihasilkan akan terlebih dahulu disortir dan diverifikasi. Setelah dianggap sesuai pedoman penulisan yang ditetapkan, barulah kemudian si penulis konten akan mendapat bayarannya.

  • Mengikuti Sayembara atau Tender Penulisan

Pada era digital sekarang, sudah banyak bermunculan website, situs atau pun aplikasi yang tujuannya adalah mempertemukan antara penjual dan pembeli. Produk transaksi dalam hal ini dapat dirinci secara khusus sebagai produk digital berupa artikel, desain, video atau yang lainnya.

Seorang yang membutuhkan artikel biasanya memposting penawaran pada website tersebut untuk kemudian ditanggapi oleh para penulis konten. Selanjutnya sang pemberi pekerjaan akan memilih penulis konten yang ia sukai. Dan dari sanalah seorang penulis konten mendapat bayaran untuk tulisannya.

  • Self Promotor

Cara terakhir ini adalah cara paling independen, paling tinggi bayarannya, sekaligus paling sulit dilakukan. Metode ini adalah dengan mengiklankan diri secara langsung baik melalui website, media sosial, atau cara yang lainnya.

Untuk mendapatkan job tentu tidak mudah karena hal itu membutuhkan reputasi dan rekam jejak. Namun jika reputasi sudah terbentuk dan kepercayaan sudah terbangun, maka bayaran tinggi sudah pasti dapat diperoleh.

Secara umum 3 cara tersebut adalah yang paling banyak digunakan seorang content writer untuk memperoleh penghasilan mereka. Meskipun beberapa cara terlihat mudah dilakukan, semuanya membutuhkan konsistensi dan tekad untuk terus diupayakan. Jadi, tetap semangat!